primbon


Web Site Hit Counters

Sejak:17 Agustus 2013
DAFTAR SAHABAT YG MASUK The truth seeker
Tidak harus menjadi yang pertama,yang penting itu menjadi orang yang melakukan sesuatu dengan sepenuh hati.


Disclaimer:Artikel,gambar ataupun video yang ada di blog ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain,
dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain tersebut.Jika kami salah dalam menentukan sumber yang pertama,
mohon beritahu kami
e-mail primbondonit@gmail.com HOTLINE atau SMS 0271 9530328

GAMBAR-GAMBAR dibawah ini BUKAN HANYA IKLAN tapi merupakan LINK SUMBER




Bagi sebagian masyarakat yang mengklaim diri sebagai masyarakat peradaban modern,westernism bahkan sebagian yang mengesankan perilaku agamis yakni hanya bermain-main sebatas pada simbol-simbol agama saja tanpa mengerti hakekatnya,dan kesadarannya masih sangat terkotak oleh dogma agama-agama tertentu.Manakala mendengar istilah mistik,akan timbul konotasi negatif.Walau bermakna sama,namun perbedaan bahasa dan istilah yang digunakan,terkadang membuat orang dengan mudah terjerumus ke dalam pola pikir yang sempit dan hipokrit.Itulah piciknya manusia yang tanpa sadar masih dipelihara hingga akhir hayat.Selama puluhan tahun,kata-kata mistik mengalami intimidasi dari berbagai kalangan terutama kaum modernism,westernisme dan agamisme.Mistik dikonotasikan sebagai pemahaman yang sempit,irasional,dan primitive.Bahkan kaum mistisisme mendapat pencitraan secara negative dari kalangan kaum modern sebagai paham yang kuno,Pandangan itu salah besar.Tentu saja penilaian itu mengabaikan kaidah ilmiah.Penilaian bersifat tendensius lebih mengutamakan kepentingan kelompoknya sendiri,kepentingan rezim,dan kepentingan egoisme(keakuan).Penilaian juga rentan terkonaminasi oleh pola-pola pikir primordialisme dan fanatisme golongan,diikuti oleh pihak-pihak tertentu hanya berdasarkan sikap ikut-ikutan,dengan tanpa mau memahami arti dan makna istilah yang sesungguhnya.Apalagi dalam roda perputaran zaman sekarang,di mana orang salah akan berlagak selalu benar.Orang bodoh menuduh orang lain yang bodoh.Emas dianggap Loyang.Besi dikira emas.Yang asli dianggap palsu,yang palsu dibilang asli.Semua serba salah kaprah,dan hidup penuh dengan kepalsuan-kepalsuan.Untuk itulah Warisjati merangkum beragam artikel dari beberapa sumber tentang pengetahuan Budaya dan tradisi di Nusantara yang merupakan warisan para leluhur yang sarat akan makna dan berbagai artikel lainnya yang saling melengkapi.Dengan harapan membangun sikap arif dan bijaksana dan mengambil pelajaran serta pengetahuan dari budaya masa lalu sebagai warisan leluhur di Nusantara ini.

ORANG YANG DENGAN MUDAHNYA MENGATAKAN SESAT KEPADA SESEORANG
ADALAH ORANG YANG TIDAK atau BELUM PAHAM AKAN DIRINYA SENDIRI



Tampilkan postingan dengan label KHASANAH MISTERI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KHASANAH MISTERI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Januari 2014

Pengertian Mustika (Biasanya berwujud memBatu)

Khasanah Metafisika

Pengertian Mustika (Biasanya berwujud memBatu)

Pengertian Mustika (Biasanya berwujud memBatu)

بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ ارَّحِيم
Batu Mustika seperti Mustika Ular, Mustika Secang, Geliga Lipan, Mustika Kandang Menjangan, Mirah Delima, Mustika Kelapa, Mustika Air, Mustika Tlaga Warna, Mustika Puser Bumi, Mustika Kecubung Mustika Naga Eye, Mustika Kalimaya, dan lain sebagainya adalah jenis batu bertuah yang mengandung kekuatan eterik (gaib) secara alami. Batu Mustika pasti 100% alami berasal dari alam. 


Biasanya bisa berasal dari jenis tumbuhan atau hewan yang membatu (memfosil), bahkan bisa dari jenis batuan biasa. Mustika memiliki energi yang dapat dirasakan oleh semua orang dan itulah yang membedakannya dengan batu biasa. Banyak orang berpikir jika mereka memiliki Mustika kekuatannya dapat langsung dirasakan dan semua hajat serba instan. Ini adalah anggapan yang salah.

Kita ambil contoh misalnya ada Mustika Kekayaan. Orang akan beranggapan bahwa mustika tersebut bisa membuat kita kaya raya dalam sekejap. 

Mustika bukanlah jenis pesugihan dengan jin kafir dan tidak instan seperti itu. Sama halnya dengan Mustika Kebal Bacok yang banyak diiklankan di media massa. Kalau anda bacok diri anda sendiri dengan sengaja, saya jamin pasti luka apalagi yang sifatnya pamer dan takabur. 
Mustika akan bekerja efeknya tanpa disadari dan disengaja. 
Khasiat Mustika tidak akan bekerja jika digunakan dengan sengaja atau digunakan untuk hal-hal yang negatif.

Batu Mustika Bertuah bekerja secara alami dengan energi yang terkandung di dalamnya tanpa campur tangan jin. Jika anda memiliki mustika hendaknya digunakan untuk kebaikan. 

Batu Mustika akan semakin kuat aura positifnya jika digunakan untuk hal yang positif pula. Energi positif itulah yang bisa digunakan untuk menunjang aktifitas dan menuntaskan hajat. Jika anda menemukan jin/khodam dalam Batu mustika, sesungguhnya jin/khodam tersebut memang secara alami mengisi Batu Mustika tersebut tanpa campur tangan manusia (isian).

Manfaat masing-masing Mustika sendiri berbeda-beda tergantung dari asal muasal, bahan pembentuk, dan faktor alam lainnya. Meskipun Batu Mustika pada akhirnya memberikan kita kesuksesan, kesejahteraan, bahkan kekayaan, janganlah kita sampai memuja dan menyembahnya. 
Batu Mustika adalah sarana dimana semuanya berasal dari Allah SWT.

Ciri-ciri Batu Mustika Asli
  1. Mustika asli memiliki energi eterik yang dapat dirasakan semua orang. Jika dijepit dengan telunjuk dan jempol atau diletakkan di telapak tangan sambil menahan nafas, kita akan bisa merasakan suatu gelombang getaran yang halus.
  2. Mustika asli pada waktu tertentu bisa menampilkan imajinasi atau gambaran darimana Batu Mustika tersebut berasal. Gambaran ini bisa saat sedang melamun, menerawang, atau bahkan saat bermimpi dalam tidur.
  3. Mustika yang asli meskipun berbentuk batuan keras sewaktu-waktu bisa berubah menjadi kenyal layaknya jelly dan kemudian mengeras kembali. Gambar, pola, atau warna pada batunya juga bisa sewaktu-waktu berubah dan terkadang tanpa kita ketahui.
  4. Mustika yang asli memancarkan energi dengan khasiat alami (tuah) untuk menarik rezeki, membuka aura, menyingkirkan aura gelap (tolak bala), menyembuhkan penyakit, mendinginkan suasana, dan lain sebagainya.


Cara Merawat Mustika

Energi yang terkandung dalam Batu Mustika adalah alami berasal dari alam. Bukan hasil isian jin/khodam, hasil olah ritual, dan lain sebagainya. Mustika dapat digunakan oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun tanpa pantangan. Hanya dengan perawatan Mustika yang benar maka energinya dapat terus kita rasakan.
  • Begitu kita pertama kali mendapatkan Batu Mustika tersebut hendaknya dicuci dengan air garam yang mengalir untuk membersihkan dari kotoran dan aura/energi negati yang mungkin masih menempel pada Mustika. 
  • Kemudian rendam Batu Mustika ke dalam segelas air bersih selama kurang lebih 3 hari. Untuk penyelarasan energi, airnya nanti boleh dicampur air mandi. 
  • Selanjutnya simpan Mustika di tempat yang kering dan bersih serta terlindung dari sinar matahari.


Batu Mustika boleh diberi harum-haruman minyak wangi non alkohol kapanpun jika diperlukan. Energi yang terkandung di dalam Batu Mustika akan semakin meningkat jika kita bawa beribadah atau shalat. 
Semoga hajat anda cepat terkabul. 

Pengertian Khadam, Qorin, dan 
Rijalul Ghaib.
Anda pasti pernah mendengar tentang Khadam, Qorin, dan Rijalul Ghaib. 
Sebenarnya apa perbedaan dari semua itu?
Embedded image permalink
Khadam diambil dari kata bahasa arab dari kata Khodam yang berarti pelayan atau pembantu. 
Jenis pembantu laki laki maupun perempuan sama saja penyebutannya yaitu khodam. Khadam bagi kalangan paranormal adalah makhluk halus dari jenis jin yang menjadi pembantu manusia.

Qorin adalah teman gaib dari bangsa jin yang diciptakan oleh Tuhan untuk menjadi teman kita semenjak bayi. Sehingga qorin ini banyak yang menyebut sebagai sedulur papat.

Rijalul Gaib diambil dari kata rijal yang artinya laki-laki dan gaib, yang berarti tidak kasat mata, artinya orang mulia dari bangsa jin. Sebab orang timur tengah menyebut seorang bangsawan atau seorang yang mulia dengan sebutan rijal (orang laki-laki)

Jin adalah makhluk yang diciptakan oleh Tuhan dari unsur api, sama seperti iblis atau setan. Hanya saja jin sudah mengenal agama seperti manusia dan kehidupannya juga seperti manusia.

Jadi menurut kami khadam, qorin, rijalul gaib dan jin adalah makhluk halus dari bangsa jin. 
Namun ada sebagian mengatakan Rijalul Ghaib adalah roh wali, kiyai dan sebagainya.

Semua tergantung yang mempercayai, namun seperti penjelasan kami pada definisi rijalul gaib adalah orang mulia dari bangsa jin. Bisa itu lurahnya jin, bisa itu bupatinya jin atau kiyainya jin. Yang jelas rijalul gaib bukan dari ruh, sebab ketika menusia meninggal duni ruhnya akan kembali kepada Alloh SWT.

Mengenai ada yang mengatakan ruh para nabi, rosul, auliya', dan orang sholeh tetap hidup itu hanya sebatas keyakinan semata, sebab tidak ada yang tahu hakikat ruh kecuali Tuhan.

Musyrik-kah memiliki khadam?
Inilah yang menjadi kontroversi kalangan tertentu. Memiliki khadam bisa menjadikan kita syirik atau musyrik, baik itu khadam jin, qorin, rijalul gaib maupun malaikat.
Musyrik ataukah tidak semua tergantung anda bagaimana menyikapi keberadaan khadam di sekitar anda. 

Yang jelas tidak ada satupun makhluk yang patut disembah kecuali Tuhan YME yang menciptakan anda dan khadam anda.

Khadam hanyalah sebatas perantara saja sama seperti anda meminta presiden menangani masalah banjir, sudah pasti yang menangani banjir bukannya presiden tetapi staf atau ajudannya yang menanganinya. Tapi semuanya atas persetujuan presiden, sama seperti khadam walaupun khadam membantu masalah anda, semua atas persetujuan Tuhan, jika Tuhan menyetujui masalah anda selesai, maka akan selesai, jika tuhan tidak setuju masalah anda selesai, otomatis masalah seringan apapun gak akan selesai selesai.

Sebaiknya Jika Mempelajari Ilmu Ghaib Idealnya Berapa Khadam Yang Musti Kita Miliki?

Memiliki khadam tidak ada batas ideal dalam memiliki khadam anda boleh memiliki khadam sampai ribuan, namun prinsip yang diterapkan oleh majapahit sakti buat apa kita memiliki khadam banyak tetapi tidak efektif dan tidak dapat digunakan, sebaiknya kita memiliki 1 khadam tetapi mampu digunakan dalam segala hal dengan artian lebih baik memiliki khadam multifungsi dari pada memiliki banyak khadam tetapi pasif. 

Amin Ya Rabb.

Rabu, 29 Januari 2014

Sendang Kali Pancur "Tempat Ritual Para TKI Yang Ingin Sukses Kerja di Luar Negeri"


Sendang Kali Pancur
"Tempat Ritual Para TKI Yang Ingin Sukses Kerja di Luar Negeri"
TEMPAT keramat ini merupakan sebuah mata air atau masyarakat Jawa sering menyebutnya dengan nama sendang. Oleh moyang warga sekitar, mata air ini dinamakan Sendang Kali Pancur, yang jika diartikan secara harfiah Jawa berarti mata air yang mengalir layaknya sungai.
Sendang yang terletak di Kampung Gedang Anak, Ungaran, Jawa Tengah memiliki panjang sekitar 15 meter dan lebar kurang lebih 3 meter. Dengan debit airnya tak begitu banyak air dalam sendang akan mengalir keluar areal dan kemudian mengalir jadi satu ke arah sungai kecil yang melintas di kampung tersebut.

“Sendang Kali Mancur ini sudah ada sejak dahulu, sejak jaman kakek-nenek saya kecil pun sudah ada sendang ini,” cerita Mbah Darori (90) sesepuh desa Gedang Anak ini menceritakan.


Mata Air Yang Dijaga Peri Cantik
Dalam kepercayaan kultur Jawa, sebuah sendang diyakini akan memiliki kekuatan gaib. Setiap daerah tentunya akan memiliki kekuatannya yang berbeda-beda mengikuti aura yang menaunginya. Begitu juga dengan sendang yang berjarak kurang lebih 3,5 km sebelah tenggara kota Ungaran ini.
Konon, barang siapa saja orangnya yang mandi di sendang ini, maka dipercaya akan mendapat kelancaran dalam hal pekerjaan “Memang ada yang meyakini seperti itu, saya sendiri juga pernah dengar. Bahkan, warga di sini juga ada yang sukses bekerja setelah sebelumnya mandi dahulu di Sendang Kali Pancur,” kata Mbah Darori.

Maka tak heran jika sendang yang kedalaman airnya setinggi lutut orang dewasa atau sekitar setengah meter ini kemudian menjadi tempat yang acap disambangi oleh para orang pencari kerja, sebelum dirinya pergi mengadu nasib ke rantau termasuk para tenaga kerja Indonesia (TKI) sebelum berangkat ke luar negeri.

Diterangkan kakek berusia hampir seabad ini, ritual yang dilakukan di sendang keramat ini pun tidaklah sulit untuk dijalani, tak perlu membawa berkat sesaji maupun dupa atau kemenyan. Hanya dengan sekedar mandi di Sendang Kali Pancur dan berbekal niat yang tulus serta benar-benar niat mulia untuk bekerja, maka itu saja sudah cukup.

“Jika mau mandi di Sendang Kali Pancur ini jangan pernah punya niatan yang tidak baik atau hanya sekedar ingin main-main saja. Jika itu dilakukan malah akan buruk akibatnya,” imbuhnya meyakinkan.
Diyakini, peri cantik penunggu Sendang Kali Pancur tak menyukai permohonan yang buruk atau bertentangan dengan norma-norma umum, minta pesugihan misalnya. Singkatnya, niat kotor serta tujuan yang kurang baik adalah hal yang menjadi pantangan untuk dilakukan di tempat ini.

Murknya sang gaib penunggu Sendang Kali Pancur pun bisa berupa petaka yang ringan sampai yang berat sekalipun. Dari yang hanya akan mengalami kecelakaan kecil seperti tersandung bebatuan di sekitar sendang, bahkan sampai kepada sakit tak kunjung sembuh yang berujung pada kematian pun bisa terjadi jika pantangan tersebut dilanggar.

Namun, bagi mereka yang niatnya tulus iklas, maka orang tersebut akan merasakan air sendang yang berbeda dengan air yang biasa dirasakan. “Kalau orang yang ke Sendang Kali Pancur, pasti rasa airnya akan berbeda dengan air biasa. Rasanya seperti kemrenyes (segar) di badan,” unkapnya.
Ini artinya, bagi mereka yang permohonannya diterima maka peritual akan merasakan air Sendang Kali Pancur segar seperti ketika diguyurkan ke tubuh. Air terasa seperti berwaha dingin yang kemudian akan langsung menguap jika terhembus angin.

Namun jika air sendang hanya berasa tawar, tidak dingin tidak juga panas seperti air pada umumnya, itu pertanda kalau niat permohonannya belum diterima oleh penguasa peri cantik penguasa gaib Sendang Kali Pancur.

Daun Pohon Gayam dan Ramalan Musim Penghujan
Sejak keberadaannya ratusan tahun silam sampai sekarang, air Sendang Kali Pancur dikenal tidak pernah mengalami surut alias kering, walau dalam musim kemarau panjang sekalipun. “Mau musim hujan atau musim kering, airnya tetap akan segitu-segitu saja,” kata Mbah Darori.
Tak hanya Sendang Kali Pancur saja yang memiliki kekuatan gaib, lokasi sekitar dimana sendang tua ini berada juga dikenal tak kalah wingit alias angker. Sendang Kali Pancur ini terlatak tepat dibawah tiga pohon besar yang juga telah berumur ratusan tahun, diantaranya adalah dua buah pohon gayam dan satu pohon beringin.

“Dahulu sebanarnya ada banyak pohon rimbun dan besar-besar di sekitar sendang tersebut. Seiring usia pohon, satu persatu pohon pada tumbang dan mati dengan sendirinya. Namun hanya tiga pohon tersebut tersisa yang sampai saat ini belum mati atau tumbang. Sampai sekarang, tak ada orang yang berani mengusiknya atau bahkan berani menebangnya,” ceritanya.

Diantara ketiga pohon besar yang masih tersisa, kedua pohon gayam dikenal sebagai pohon yang paling angker, lantaran kedua pohon tersebut diyakini adalah istananya dari peri si penunggu gaib Sendang Kali Pancur. Dari cerita warga sekitar, banyak kejadian aneh yang sering terjadi pada pohon ini, seperti munculnya penampakan makhluk gaib seperti pocongan, genderuwo atau siluman ular raksasa, sampai suara-suara seram yang membuat bulu kuduk merinding.

Pernah juga dahulu ada anak warga sekitar kampung yang hilang, setelah dicari berhari-hari kemanapun tetap tidak ditemukan juga. Namun alehnya, tanpa dicari-cari, tahu-tahu si anak tersebut telah berada di bawah pepohonan gayam di Sendang Kali Pancur tersebut.

Ada peristiwa gaib lain yang ditunjukan dari kedua pohon gayam, inilah yang sering diyakini warga sebagai petunjuk akan gejala alam. “Daun pohon gayam yang ada di Sendang Kali Pancur itu dapat dijadikan sebagai pertanda akan datangnya hujan untuk wilayah di sini,” paparnya.
Tanda tersebut dilihat dari mulai adanya daun muda yang banyak tumbuh pada kedua pohon gayam keramat itu. Jika daun muda mulai tumbuh banyak, itu tandanya akan terjadi musim penghujan untuk wilayah sekitar sendang.

Tegasnya, walaupun wilayah Jawa Tengah dan kota sekitar Ungaran dimana pohon keramat dan sendang ini berada sudah mulai memasuki musim penghujan, namun jika daun pohon gayam yang tertanam di Sendang Kali Pancur ini belum menunjukan daun mudanya, maka bisa dipastikan wilayah kampung ini belum akan terjadi hujan.

“Daun muda pohon gayam itu adalah daun baru yang tipis, berwarna hijau muda kekuningan. Jika daun tersebut sudah mulai nampak, maka itu tandanya akan terjadi hujan. Jika daun itu belum terlihat, jangan harap akan turunnya hujan di kampung sini,” ungkapnya meyakinkan. (Ivan Aditya)

Sumber : Krjogja.com

Mengadopsi Thuyul Dari Alas Kucur Bayat Klaten



Mengadopsi Thuyul Dari Alas Kucur Bayat Klaten
ALAS Kucur bagi warga Klaten memang dikenal sebagai hutan yang angkernya sudah kelewatan. Bahkan hutan yang masuk wilayah Paseban, Bayat, Klaten, Jawa Tengah ini wingitnya tak kalah dengan Alas Ketonggo di Jawa Timur yang konon tempatnya dedemit-dedemit wilayah timur berkumpul.
Alas Kucur merupakan hutan berupa perbukitan. Di dalam hutan ini terdapat sebuah sendang atau mata air yang bernama Sendang Kucur. Cerita para orang-orang tua dahulu, sendang inilah yang menjadi pusar atau titik tengahnya Alas Kucur.

Konon Sendang Kucur terbentuk dari sebuah peristiwa magis yang dilakukan oleh seorang tokoh sakti mandra guna asal Klaten bernama Ki Ageng Pandanaran yang hidup pada masa para wali, ratusan tahun yang lalu. Pada suatu hari Ki Ageng Pandanaran tengah mengembara bersama istrinya yang bernama Nyai Kali Wungu.

Tibalah suami istri ini pada sebuah hutan labat tak berpenghuni. Mendadak sang istri merasa haus dan segera ingin minum untuk menghilangkan dahaga. Setelah mencari-cari sumber mata air, namun Ki Ageng Pandanaran tak menemukannya.

Dengan kesaktiannya Ki Angeng Pandanaran lantas menggoreskan kuku tajamnya di tanah. Goresan kuku dari pengembara sakti ini kamudian memancarkan air dari dalam tanah. Makin lama air yang menyembur kian banyak dan akhirnya membentuk sebuah genangan yang kemudian airnya dipergunakan untuk minum sang istri.

Nama Alas Kucur pun akhirnya diambil dari peristiwa magis tersebut. 
Kata Kucur jika dipisahkan akan membentuk kelompok kata yakni Ku dari kata kuku dan dari Cur yaitu mancur. 

Maka jika diterjemahkan berarti sebagai sebuah pancaran mata air yang dihasilkan dari goresan sebuah kuku. Ki Ageng Pandanaran lantas berpesan kepada Nyai Kali Wungu jika kelak suatu saat Sendang Kucur di hutan ini akan menjadi tempat berkumpulnya makhluk-makhluk gaib yang ada di tanah Jawa Tengah. Makhluk gaib di Alas Kucul baru boleh diambil jika manusia telah memenuhi seluruh permukaan bumi ini.

Sepasang Thuyul Banyak Dicari
Mbah Jo sesepuh warga sekitar mengkisahkan, dari sekian lelembut yang mendiami Sendang Kucur, thuyul merupakan makhluk halus paling banyak di sana. Thuyul dari Alas Kucur ini selalu datang berpasang-pasangan, artinya siapapun orangnya yang menginginkan thuyul made in Alas Kucur ini nantinya akan mendapatkan dua thuyul sekaligus, yaitu thuyul laki-laki dan perempuan. “Kalau tidak satu pasang, maka thuyul tersebut tidak akan mau diambil,” kata Mbah Jo.

Untuk mendapatkan demit cilik ini, tidaklah sulit prosesnya. Siapapun bisa mendapatkan, hanya permasalahannya berani atau tidak memasuki hutan ini dan melakukan ritual di Sendang Kucur.

Setiba di mata air itu, peritual harus melakukan ritual pengambilan thuyul Alas Kucur dengan membakar dupa. “Ritual tersebut cukup lama, itu juga tergantung dari thuyulnya itu sendiri. Seperti anak-anak, ada yang bendel dan ada yang penurut. Kalau thuyulnya tidak bandel, ya prosenya bisa cepat, tapi kalau thuyulnya bandel bisa lama, sekitar 3 sampai 5 jam,” ungkapnya.

Yang tak boleh dilupakan, peritual harus pula membawa dua buah kendi atau tampat penyimpanan air jaman dahulu yang terbuat dari tanah liat. Kendi inilah nantinya yang akan digunakan sebagai tempat memboyong sepasang thuyul tersebut ke rumah.
Jika si thuyul bermiat diadopsi peritual, maka lelembut yang gemar mencuri uang ini akan menampakan dirinya dan memasuki kendi penyimpanan sementara tersebut. “Jadi, begitu thuyul sudah berada dalam kendi, maka orang tersebut harus langsung menututpnya dan segera pulang ke rumah, tidak boleh mampir-mampir. 

Jika nanti mampir, maka thuyul tersebut akan hilang dengan sendirinya,” ungkapnya.
Sesampainya di rumah, orang tersebut juga harus melakukan serangkaian ritual lagi untuk mengeluarkan kedua thuyul dari dalam kendi penyimpan tadi. Pada prosesi ini, si calon pemilik thuyul harus menyiapkan kembang setaman, jeroan ayam, daun pisang raja, mangkok kecil berisi air yang ditaburi kembang setaman dan menyalakan lampu minyak.

Setelah syarat dilengkapi, sekitar petang hari sepasang thuyul ini akan keluar dari kendi. Orang yang ingin memiliki pesugihan berupa thuyul ini pun, nantinya juga harus menyediakan ruangan khusus untuk menyimpan thuyul-thuyul di rumahnya. Di dalam ruang tersebut harus berisi kursi dari bambu yang panjangnya sekitar 0,5 meter, dua buah tikar kecil, dua buah bantal kecil. Ini semua dilakukan untuk memanjakan thuyul-thuyul tersebut.
“Membukanya tutup kendi harus tepat jam enam sore, tidak boleh kurang atau lebih, karena pada jam tersebut adalah waktu pergantian antara siang dan malam. Saat-saat inilah saat yang disukai makhluk halus untuk berkumpul,” terangnya.

Pekerja Keras Yang Tunduk Pada Majikan
Pesugihan berupa thuyul dari Alas Kucur ini memang sudah dikenal banyak orang, lantaran kepatuhan dan kerjanya rajin kepada si majikan yang memilikinya. “Kalau thuyul dari Alas Kucur ini memang rajin-rajin, kalau tidak rajin dikembalikan saja,” kata kakek lima orang cucu ini.

Thuyul Alas Kucur ini perawakannya seperti anak kecil pada umumnya, berpakaian lengkap seperti anak-anak kecil lainnya. Yang laki-laki berambut kuncung sedangkan yang perempuan berambut panjang. Kulit tubuhnya putih bersih namun licin, seperti tak memiliki pori-pori kulit dengan tinggi badan sekitar 80 sampai 100 cm saja.

Kedua thuyul ini nantinya akan bekerja bahu membahu dan saling berbagi tugas. Hanya saja, kedua thuyul ini tidak bisa bekerja atas kemauannya sendiri, artinya si pemilik thuyul harus memerintahkan thuyul-thuyul tersebut untuk bekerja mencari uang. Hari ini operasi kerja di rumah ini dan hari besok di rumah itu, begitu seterusnya.
“Namun jangan khawatir, jika sudah bekerja, pasti pulang membawakan hasil, tidak pernah pulang dengan tangan hampa,” katanya.

Hasilnya pun juga berbeda, jika kebanyakan thuyul meletakkan hasil kerjanya dalam sebuah baskom atau lemari khusus, namun tidak demikian dengan thuyul Alas Kucur ini. Kedua thuyul rajin ini akan menyerahkan hasil kerjanya langsung ke tangan tuannya, layaknya seorang anak yang menyerahkan uang kepada orang tuanya.

Selain itu, thuyul dari Alas Kucur ini juga dikenal tidak merepotkan, suatu saat jika si pemilik sudah merasa cukup dan tidak akan mempergunakan jasa thuyul kembali, proses pengembaliannya pun tidak sulit, tanpa mamakai tumbal dan tak akan mewaris kepada anak cucu si pemilik tersebut. “Kalau sudah merasa cukup, datang saja kembali ke Alas Kucur. Setelah itu, si pemilik tersebut dapat hidup normal kembali seperti sedia kala,” pungkasnya. (Ivan Aditya)
umber : Krjogja.com

MISTERI POHON "KETOS" DAN RITUAL BERBURU TUYUL DI KLATEN


MISTERI POHON "KETOS" DAN RITUAL BERBURU TUYUL DI KLATEN
Pohon Ketos tua berusia sekitar  500 tahun  di Mbero, Palar, Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, diyakini membawa hoki karena menjadi kerajaan tuyul.

Menurut cerita turun temurun, konon pohon ketos itu adalah penjelmaan raga Eyang Bandho yang lepas dari sukmanya. Eyang Bandho salah satu cucu Prabu Jayabaya. Warga pun ramai mengunjungi pohon keramat itu mencari berkah.

Meski jauh, sekitar 12 kilometer dari Klaten, tidak  menyurutkan minat para peziarah untuk berkunjung dan mencari berkah di pohon  ketos. Pohon dikelilingi tembok  berpintu gapura konon dijadikan rujukan pesugihan tuyul dari orang – orang yang ingin kaya.

Pohon keramat yang hanya boleh dikunjungi oleh orang-orang yang sopan dan sehat itu dijaga seorang juru kunci yang akrab disapa Mbah Kardikem.  Wanita berumur 75 tahun itu merupakan juru kunci yang menggantikan ibunya yang juga juru kunci generasi sebelumnya.

Siapa saja yang ingin mengambil pesugihan dengan memelihara tuyul  dari pohon Ketos itu, harus melalui juru kunci. "Banyak orang terkabul keinginannya setelah nyenyuwun berperantara pohon ketos, Memang paling gampang mencari tuyul di sini," kata Mbah Kardikem.

Mbak Kardikem mengaku tidak tahu kapan pohon ketos itu tumbuh. Pohon itu ada sejak ia masih kecil. Menurut cerita turun menurun, pohon ketos adalah titisan Eyang Bandho. Ketika sukma Eyang Bondho terlepas dari raganya, tiba-tiba raga itu menjadi pohon ketos.

Eyang Bondho salah satu cucu Prabu Jayabaya, Kediri. Pada hari-hari tertentu, Eyang Bondho sering menampakkan diri berbentuk 'rakit'  atau dalam bahasa jawa disebut gethek. Gethek ini dipakai menyeberang sungai di sekitar tempat itu. Seringnya menampakkan diri, Eyang Bondho lantas mendapat julukan 'Gethek Bero'.

Dulu, pernah diadakan seminar tentang tuyul di lokasi pohon ketos. Kemudian ditemukan banyak anak bajang berusia 5 tahunan. Anak bajang  adalah anak cucu Eyang Bondho, oleh masyarakat disebut tuyul.

Ritual Berburu Tuyul Di Klaten
Saking banyaknya jumlah tuyul disana, maka orang menyebut pohon ketos sebagai keraton tuyul. Tak pelak, banyak ziarah datang ingin kaya dengan mencari tuyul. 



 Ada syarat yang harus dipenuhi agar kaya. Yaitu sesaji 7 malam Jumat berturut-turut. Sesaji itu berupa kembang setaman, pisang raja, teh manis, gecko (garang asem). Kemudian ditutup dengan kendurian.
Setiap malam Jumat Kliwon dan Sabtu sudah pasti pohon itu ramai didatangi warga dari berbagai daerah bahkan dari Jawa Barat, Banten, Bandung  dan Cirebon.
Ada beberapa pantangan yang tak boleh dilanggar, antara lain tak boleh berlaku kasar dan emosional selama 7 Jumat. Setiap peziarah, diperkenankan masuk kompleks pohon, tapi tidak boleh memetik sembarang daun.

Percaya tak percaya, warga di sekitar pun  tidak ada yang berani memetik daun dari pohon yang dikeramatkan itu

KEBERLANGSUNGAN

Sedekah(Bisa Menunda Kematian)
KLCK aja ICON dibawah untuk Baca berita
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...